PT NFC INDONESIA

Manajemen Resiko

PT NFC Indonesia TBk

Perseroan menerapkan sistem manajemen risiko yang
bertujuan utama untuk mengidentifikasi, mengantisipasi,
serta merumuskan langkah-langkah mitigasi yang tepat, untuk
setiap risiko yang dihadapi oleh Perseroan dalam menjalankan
usahanya. Sistem manajemen risiko ini penting untuk melindungi
kepentingan dan aset para pemangku kepentingan, sebagai
pelaksanaan praktik-praktik GCG.

Praktik manajemen risiko di Perseroan telah ditanamkan di
setiap kegiatan bisnisnya sebagai perwujudan budaya sadar
risiko yang diturunkan dari perusahaan induk. Setiap unit kerja
telah memiliki prosedur dan panduan umum dalam menerapkan
sistem manajemen risiko, dalam rangka menjamin kepentingan
dan aset Perseroan.

Praktik manajemen risiko Perseroan akan terus disempurnakan
di tahun 2019, dan agenda terperinci mengenai manajemen
risiko telah menjadi salah satu bagian utama dari program kerja
manajemen untuk tahun 2019.
Penjelasan mengenai setiap risiko utama yang dihadapi
Perseroan, beserta langkah-langkah mitigasinya, disajikan di
bawah ini.

Profil Risiko Utama dan Cara Mitigasinya

Risiko Persaingan
Pemain di sektor teknologi cukup terfragmentasi. Risiko utama
dalam persaingan adalah masuknya pemain berskala global
dengan kepemimpinan di bidang inovasi teknologi dan dengan
modal besar. Untuk memitigasi risiko ini, Perseroan menjalankan
konsep sharing economy, menjalin aliansi strategis dengan grupgrup
besar dari berbagai sektor untuk menaklukkan pasar
Indonesia.

Risiko Teknologi

Laju perkembangan teknologi berjalan semakin cepat. Disrupsi
di berbagai sektor, seperti di telekomunikasi, keuangan, ritel dan
transportasi, telah mengancam keberlangsungan para pemain
lama, dan beberapa bahkan telah menutup bisnisnya. Untuk
memitigasi risiko ini, Perseroan dan entitas anaknya mendirikan
divisi riset dan pengembangan bisnis guna memberikan
pencerahan tren utama 3-5 tahun ke depan dari produk dan
perilaku konsumen. Dengan demikian, Perseroan akan selalu
berada di depan kurva perkembangan teknologi yang ada di
pasar.

Risiko Peraturan Pemerintah

Karena Perseroan adalah perusahaan terbuka, maka Perseroan
dipandu oleh berbagai peraturan, antara lain peraturan
yang dikeluarkan oleh OJK sebagai badan Pemerintah yang
ditunjuk untuk mengatur dan melaksanakan pengawasan atas
kegiatan pasar modal dan oleh ketentuan perundang-undangan
berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal, peraturan yang
dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) dan peraturan pemerintah
lainnya yang dapat mempengaruhi bisnis Perseroan di
bidang teknologi dan digital, seperti peraturan terkait sistem
pembayaran digital. Divisi legal Perseroan, dibantu oleh tim
audit internal dan audit eksternal, selalu menjalin hubungan
yang erat dengan pihak regulator agar setiap tindakan yang
diambil Perseroan sesuai dengan hukum dan ketentuan yang
berlaku

Risiko Tenaga Kerja

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, aset
penting Perseroan adalah Sumber Daya Manusia (SDM), dan
kinerjanya dipengaruhi oleh tingkat perputaran karyawan.
Terdapat beberapa cara dalam Perseroan mengelola risiko
tingkat perputaran karyawan, seperti: membuat program
retensi karyawan, menerapkan sistem insentif dan penghargaan,
serta memberikan peluang dan jenjang karier yang jelas bagi
karyawan Perseroan.

Risiko Kredit

Risiko kredit adalah risiko dalam hal pihak ketiga tidak akan
memenuhi liabilitasnya berdasarkan instrumen keuangan atau
kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan.
Perseroan dihadapkan pada risiko kredit dari kegiatan operasi
dan dari aktivitas pendanaan, termasuk deposito pada bank,
transaksi valuta asing, dan instrumen keuangan lainnya. Risiko
kredit terutama berasal dari bank dan setara kas, piutang
usaha, piutang lain-lain dan deposito berjangka dibatasi
penggunaannya.
Risiko kredit yang berasal dari piutang usaha dan piutang
lain-lain dikelola oleh manajemen Perseroan sesuai dengan
kebijakan, prosedur, dan pengendalian dari Perseroan yang
berhubungan dengan pengelolaan risiko kredit pelanggan
dan piutang lain-lain. Batasan kredit ditentukan untuk semua
pelanggan berdasarkan kriteria penilaian internal. Saldo piutang
dipantau secara teratur oleh manajemen Perseroan. Risiko
kredit juga timbul dari bank dan setara kas dan simpanansimpanan
di bank dan institusi keuangan. Untuk memitigasi
risiko kredit, Perseroan menempatkan bank dan setara kas pada
institusi keuangan yang terpercaya.